Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Komunitas KETIK

HomeSolo Young Writer CommunityMay 29, 2008
Abraham Zakky Zulhazmi (UIN Jakarta)
Afifah Amaly Syahidah (UNS)
Amaliyah Qisthi Afidati (UGM)
Anshorullah Nuryatman (Poltekes Solo)
Cindy Rianika Hidayah (UGM)
Farhana Aulia (UNS)
Muhammad Arrobi (IAIN Surabaya)
Siti Nafisah Rahantan (UIN Malang)
Tri Indriawati (UNS)
Qonita Amalin (UNS)

The new young gunners:
Tya (MAPK)
Silmi (MAPK)
Fatimah (MAPK)
Istikhoroh (MAPK)
Nurul (MAPK)
Anggit (SMAN 7)
Brita (SMAN 1)
Arin (SMAN 2)
Tiara (SMAN 3)
Rinda (SMAN 3)
Ifah (SMA Al Islam 1)
Hamam (MAN 1)
Faisal (MAPK)
Romzul (MAPK)
Kholil (MAPK)



Blog EntryFeb 18, '09 3:05 AM
for everyone

Solo Radio: Official Radio Partner LMC Ketik


Dalam rangka menyemarakkan ulang tahun Kota Solo yang ke 264, Komunitas Ketik menyelenggarakan Lomba Menulis Cerpen dengan tema ‘Solo Kotaku, Jawa Budayaku’ tingkat SMP & SMA se-Surakarta. Kegiatan yang ditujukan untuk mengkampanyekan gerakan cinta sastra di kalangan pelajar serta nguri-nguri budaya Jawi ini mendapat respon baik dari beberapa instansi pendidikan di Kota Solo. Terbukti dengan didelegasikannya anak didik mereka guna mengikuti perlombaan ini.

Kisah sukses LMC Ketik 2009 ini tentunya tak lepas dari peran media dalam mempublikasikannya. Kehadiran Solo Radio sebagai official radio partner tentu sangat membantu. Adlips 3 kali sehari selama seminggu memiliki dampak besar bagi banyaknya peserta yang ambil bagian pada Lomba Menulis Cerpen kali ini. Serta tentunya akan semakin mengukuhkan eksistensi Komunitas Ketik di Kota Solo.

Dipilihnya Solo Radio didasari keinsyafan kami akan kredibilitas serta popularitas Solo Radio dikalangan pelajar. Hampir bisa dipastikan, semua pelajar Kota Solo ketika hendak mendengarkan radio, jarum pencari gelombang selalu diarahkan ke 92, 9 FM. Selain itu, kami juga melihat Solo Radio senantiasa concern terhadap budaya Jawa wa bil khusus Kota Solo yang diklaim sebagai the spirit of Java. Sebagaimana tercermin dalam slogan mereka famous, fit & fashionable yang maknanya: memasyarakatkan kepedulian kepada hal-hal yang bersifat kesehatan jasmani & rohani, menjunjung tinggi sikap sportif, menjaga keelokan diri dan kotanya (ngadi saliro lan ngadi busana), dan akan bermuara pada kota & masyarakat Solo yang misuwur lan moncèr kuncaran.

Terima kasih Solo Radio. Semoga Komunitas Ketik dan Solo Radio bisa menjalin hubungan partnership yang kontributif dan konstruktif.


Photo AlbumBikin BatikFeb 7, '09 2:13 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
thanks Gomez,,,,

Photo Albumpocketmagz logoFeb 7, '09 2:05 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
thanks 2 Daboel 4 d' nice design

Photo AlbumNgabuburit Bareng Ketik (Ngetik)Feb 7, '09 1:55 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Ketik second event

Photo AlbumBikin BatikFeb 7, '09 1:45 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
an event by KETIK in cooperation with Open Mind Magz

Blog EntryFeb 6, '09 5:48 AM
for everyone
Komunitas Ketik
proudly present
Lomba Menulis Cerpen
‘Solo Kotaku, Jawa Budayaku’
Tingkat SMP & SMA se-Surakarta

Ketentuan:

• Cerpen harus asli bukan terjemahan dan belum pernah dipublikasikan di media apapun.
• Diketik dengan font Times New Roman 12 pt, 1, 5 spasi di atas kertas kwarto (A4).
• Cerpen dikirimkan langsung ke Sekretariat Komunitas KETIK: Jalan Trisula 39 Kauman, Surakarta (0271) 637522 atau ke Jalan Sumpah Pemuda 28 Kadipiro Solo
• Cerpen, photo copy kartu pelajar dan uang pendaftaran (Rp 10.000) dimasukkan dalam amplop tertutup.
• Diterima paling lambat tanggal 20 Februari 2009.
• Pemenang akan diumumkan tanggal 22 Februari 2009.

Contact person
Tiara (SMAN 3): 085642013430
Hamam (MAN 1): 08985255672

Blog EntryFeb 6, '09 5:45 AM
for everyone
our great next event

Blog EntryFeb 6, '09 5:40 AM
for everyone
KOMUNITAS KETIK PEDULI PALESTINA



Blog EntryFeb 6, '09 5:27 AM
for everyone

BAHAGIA

 

walau makan susah

walau hidup susah

walau tuk senyum pun susah

rasa syukur ini

karena bersamamu juga susah dilupakan (Sherina)

 

Entah mengapa, menjelang pergantian tahun ini aku jadi gemar menyanyikan lagu Ku Bahagia milik Sherina itu. Apa Jakarta mulai memberi sinyal untuk hidup susah? Rasa-rasanya tidak. Jika takaran hidup susah adalah makan sehari sekali. Sebab disini aku masih bisa makan dua kali sehari (mahasiswa tidak makan tiga kali sehari!). Di tengah macet dan umpatan klakson jalanan Ciputat aku juga masih bisa tersenyum. Dan yang membuatku semakin tak punya alasan bahwa hidupku sekarang susah adalah aku masih dapat berkumpul dan berjuang dengan sahabat-sahabat di organisasi pergerakan mahasiswa. Merealisasikan ide-ide, berkontribusi untuk almamater. Dulu di Solo aku menemu surga organisasi, kini di Ciputat aku mendapatkan embahnya surga organisasi.

            Akan tetapi, di suatu pagi di awal 1430 hijriah, hatiku jadi gundah gulana. Pasalnya, sebuah televisi swasta menayangkan perbuatan maha biadab tentara Israel. Menjatuhkan 50 ton bom di atas sekolah dan masjid di Palestina! Tercatat 400 warga sipil tewas dan 700 luka berat! Sadis amat, si Amat aja nggak sesadis itu. Aku jamin, kalau Afgan nonton berita itu, dia pasti langsung bersenandung: terlalu sadis caramu… (halah, lebai!). Yang pasti, aku sekarang tak mungkin hijrah ke Palestina sebagai ‘mujahid’, menjadi dokter relawan juga tak bisa, menggelar aksi damai bersama sebuah parpol di Bundaran HI dicurigai berbau politis. Dari sudut Ciputat aku hanya mampu berkirim doa. Wa dzalika ad’aful iman!

Lepas dari keprihatinan akan Palestina, teriring doa dan harapan, semoga memasuki 2009 ini kita dapat berucap, habislah sudah masa yang suram, selesai sudah derita yang lama. Harapan itu tentu juga berlaku untuk Komunitas KETIK. Jikalau kita buat kaleidoskop KETIK sepanjang tahun 2008, niscaya di sana akan ditemui ceceran darah juang, peluh-peluh beraroma kasturi dan air mata yang lebih manis dari madu (didramatisir banget sih!). Teringat saat dipanggang garang matahari kota Solo waktu mengajukan proposal yang ujung-ujungnya ditolak. Jalan kaki dari Pasar Kembang ke Kadipiro tatkala maghrib diguyur gerimis yang tak meninggalkan rasa capai. Hari-hari melelahkan menjelang musyawarah FLP Jateng yang terbayar oleh 200 senyum hadirin yang memadati Teater Arena TBS. Perjalanan seindah itu apakah kau bisa melupakannya? Aku tidak!

Apabila sekarang ini, sahabat-sahabat angkatan baru KETIK kelabakan karena sponsor yang mem-back up penerbitan pocketmagz tak lagi dapat membantu. Dan sahabat-sahabat angkatan lama tak lagi intens mendampingi. Ditambah lagi, anggota yang aktif hanya tersisa segelintir orang. Maka yang musti mekar dan mengakar adalah semangat independensi dan anti kemapanan. Selama ini kita beranggapan bila tak ada sponsor, pocketmagz tak akan terbit. Persepsi itu harus dirubah. Hidupnya pocketmagz bukan tergantung pada sponsor, tapi kepada kita sendiri. Patungan tiap bulan bisa jadi solusi. Sense of belonging juga akan tumbuh subur dari sini. Dalam berorganisasi, jangan berpikir apa yang kita dapat dari organisasi, tapi pikirkan apa yang bisa kita berikan untuk organisasi.

Lantas ketika yang dikeluhkan adalah sedikitntya anggota yang militan, kita harus membalik mind set yang terlanjur tertanam di benak kita. Sejatinya, justru dengan sedikit orang akan lebih efektif, lebih mudah dikoordinir. Tampaknya kita perlu belajar dari JIL (Jaringan Islam Liberal). Tahu tidak? Mereka itu hanya digawangai oleh 7 (tujuh) orang, tapi mampu mengguncang jagad pemikiran Islam di Indonesia.  Kuncinya adalah militansi dan komunikasi yang terbangun secara apik dan rapi. Nah, ditengah susahnya membesarkan KETIK pada tahun-tahun pertama ini, mari kita tetap berbahagia dan terus mengembangkan senyum. Bukankah Letto telah mengajarkan kita sebuah kalimat sakti: there’s a hope on every fright, there’s a light on every night. 

 

Abraham Zakky (UIN Jakarta)

abrahamzakky@gmail.com

 


Blog EntryFeb 6, '09 5:26 AM
for everyone

MASIH TRAUMA

Tahun baru? Hm…gue jadi teringet sama malem tahun baru tahun lalu, apa pasal? Pergantian tahun baru  dari tahun 2007 ke tahun 2008 kujalani  di pengungsian bro!! Korban banjir, adalah statusnya. Mau gimana lagi, mulai tanggal 26 Desember 2007, Joyotakan, tanah tumpah darahku, terbenam air hingga seminggu lamanya. Hingga tanggal 1 Januari 2008, saat orang-orang berpesta menyambut pergantian tahun, aku masih di pengungsian.

Ironi yang terjadi ketika itu adalah selebrasi daripada perayaan tahun baru itu sendiri! Betapa tidak, bencana alam yang menimbulkan korban materiil yang tidak sedikit itu seakan-akan tidak menjadi persoalan bagi para partier (orang-orang yang berpesta maksudnya) tahun baru. Mulai dari konvoi kendaraan, tiup terompet hingga membunyikan petasan disana sini.

Okelah tahun baru dirayakan, tapi pengertianlah… Apakah seperti itu layak dilaksanakan di kawasan korban banjir?! Masak perayaan itu dipamer-pamerkan di hadapan para korban bencana? Gak etis kan? Tepo sliro ngono lho!

Ironi seperti itulah yang mengakibatkan kemarahan warga yang berujung pada tindak kekerasan yang dialamatkan pada para pengendara kendaran yang seenaknya sendiri menggeber-geber gas, menyalakan petasan, bersenang senang di kawasan banjir, tanpa mengindahakan penderitaan korban. Katanya bangsa Indonesia itu satu jiwa, satu raga? Tapi kok…

Ada yang kena pukul, motornya dirusak, dilempari, dimaki-maki dan lain sebagainya. Memprihatinkan! Warga pun duduk di atas bangku di pinggir jalan, mengingatkan agar para pengendara jalan pelan-pelan. Wajah mereka tampak tak bersahabat. Pemandangan yang kelam lagi muram. Namun dari lantai atas masjid masih dapat kulihat perayaan pergantian tahun di pusat kota, agaknya di sebuah mall besar yang selalu ramai di Kota Bengawan.  

 

Anshorullah Nuryatman (Poltekes Surakarta)

sagatma@plasa.com

                                                 


Blog EntryFeb 6, '09 5:25 AM
for everyone

TAHUN BARU, YANG BARU APANYA YA?

 

Hujan deras kembali menyapa kota Solo. Membasahi gersangnya bumi. Sekitar setengah sepuluh malam, jalanan masih sepi. Sangkaku, orang-orang lebih memilih menarik selimutnya lekat-lekat, ketimbang merelakan tubuhnya basah oleh air. Namun ternyata, memang sekedar sangkaan. ”Yang namanya tahun baru, ya harus keluar rumah”, begitu kata temanku. Tapi ada juga yang bilang, ”Semalam orang-orang ndeso pada mainan klakson, geber-geber motor, niup terompet, sambil teriak-teriak nggak jelas!”

Puff...Semalaman, sms ucapan ”met taon baru” datang bertubi-tubi. Dan saat itu, yang aku pikirkan adalah, kalau ini tahun baru, berarti segalanya harus baru juga dong? Kenyataannya, yang lebih dielu-elukan adalah selebrasi di malam tahun baru, bukan apa yang akan dilakukan untuk satu tahun ke depan. Padahal, kita semua tahu mana yang lebih penting. Untuk apa membuang uang 35 milyar, sekedar untuk pesta malam tahun baru, sementara di luar sana, masih banyak orang yang butuh makan, butuh kenyamanan tempat tinggal, butuh kesejahteraan. Bahkan, di luar sana semakin banyak orang merana, terenggut kebahagiaanya, karena ulah saudara-saudaranya sendiri!

Masalah klasik memang, tapi tetap saja dilematis menurutku. Bait demi bait sms yang mangkal  di inbox HP ku, seakan menjadi PR buat kita semua. Sebuah tugas, yang terus menumpuk dari tahun ke tahun. Tugas itu tak lain adalah perubahan. Sebuah kata yang (semoga) membakar semangat kaum muda. Perubahan di all sector. Perubahan yang mampu memberikan kontribusi langsung berupa keadilan dan kesejahteraan kepada masyarakat.

Apakah itu utopis? Tidak! Kalau kita masih punya semangat. Semangat sebagai pelajar, sebagai the power of change untuk negara. Semangat yang memang harus kembali diasah, dipanaskan, lalu diaplikasikan. Agar bumi kita ini, tak gersang lagi. Tak cukup dengan penghijauan, menanam sejuta pohon, tapi juga penghijauan dan penyegaran hati, yang selama ini terlalu kotor oleh nafsu duniawi.

Di permulaan tahun ini, jelas tidak salah kalau kita lebih mantap lagi menata hidup, semakin menyayangi bumi seisinya dan yang terpenting adalah menata diri. Karena segala sesuatu bermuara dan berakhir pada diri kita sendiri, sebelum akhirnya Tuhan akan menghapus apa yang telah kita rencanakan, kemudian menggantinya dengan rencana yang lebih indah...

Aku tergugu

Menatap bintang

Berjalan, tanpa suara

Namun aku tetap merasakan sinarnya,

Merasakan hangatnya ribuan bintang yang bertengger

A.     Amaly S (FP UNS)

adfys_igno01@yahoo.com


Blog EntryFeb 6, '09 5:24 AM
for everyone

SAJAK-SAJAK AWAL TAHUN

Duka Tak Berkesudahan

 

Genang air danau yang beriak kemilau

ditimpa rembulan gundah yang menangis

melihat mayapada luluh lantak dalam kecantikan

 

Rembulan pucat pasi membawa seribu galau

Seiring merayapnya malam

Mengalir tanpa kesudahan

Dan bergulir menetes satu-satu

 

Bulan penuh menangis dalam bisu

angin sampaikan kabar muram

kelaparan, kebakaran, asap; merajalela

ia tak lagi bersuka

 

Atas nama golongan

Nyawa terkapar

Atas nama kekuasaan

Menenggak kepedihan

Atas nama perlawanan

Merenggut impian

 

Tak Bermakna Kelabu

 

Semburat langit menampakkan keangkuhan

Kala diri merintih dalam ketermanguan

Yang tak tergambar dalam ucapan

Tak ada lagi harap atas segala impian

 

Berjalan kebingungan

Di kabut keraguan

Bagai perjalanan tanpa tujuan

Tergerak hati tuk rangkai serpihan

 

Raga mendakwa tuk segera berpeluh

namun lidah kelu tanpa sedikitpun gemuruh

Damba sesuatu tuk berteduh

Menuang damai kembali merengkuh

Doa tulus hati bersama puja luruh

 

Seketika saat mengingatNya

Gulana berubah derai tawa

Riang karena sentuhanNya

Bersama gapaiNya

Berkat maha kasihNya

 

Hingga kusadari dalam heningku

Gelap tak bermakna kelabu

Hanya jiwa enggan terpaku waktu

JanjiNya bukan hanya tipu

Semoga selalu indah menyertaimu

                                                                          

Farhana Aulia (Sastra Indonesia UNS)

farah_little@yahoo.com


Blog EntryFeb 6, '09 5:24 AM
for everyone

SELAMAT ULANG TAHUN, BUMI!

 

1 Januari, hari yang begitu dinantikan oleh banyak orang di bumi ini. Saat digit angka tahun bertambah, merekapun bersyukur, masih diberi usia sampai tahun ini. Setiap akhir Desember hingga awal Januari, hampir semua bahasan orang bertema tahun baru dan resolusi. Beramai ramai mereka membuat resolusi untuk diri mereka sendiri. Ada yang meneriakan resolusinya dengan penuh semangat dan lenyap tertelan ludah mereka sendiri seiring berjalanya waktu. Terus begitu setiap tahun baru tiba.

Jika seorang berulang tahun, sudah tentu digit angka usia pun bertambah. Digit angka tahun kini juga bertambah dari 2008 menjadi 2009, lalu siapa yang berulang tahun? Orang-orang terlalu sibuk merumuskan resolusi mereka di tahun ke depan. Duh, kasihan sekali bumi ini, segelintir orang saja yang mungkin mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Usia bumi telah bertambah, berbanding lurus dengan pertambahan angka tahun.

Sudah dua ribu sembilan tahun bumi kita bernafas. Tetap berputar dan memberi apa yang diminta manusia. Selayaknya orang yang berulang tahun, mereka diberi kado. Dan kado apa yang telah kita berikan sebagai manusia untuk bumi yang telah memberikan apa yang dia punya selama dua ribu sembilan tahun ini? Kado berupa ribuan kembang api di langit dengan maksud agar bumi tampak indah atau berbondong-bondong orang turun ke jalan agar bumi terlihat ramai. Sesungguhnya, tidak salah mereka memberi kado itu sebagai perayaan atas pencapaian sukses mereka di tahun lalu dan berharap lebih sukses untuk tahun depan. Namun demikian, bumi kita masih terlihat sangat sedih dan bermuram durja. Hijaunya kebahagiaan bumi mulai terkikis hitamnya udara udara kotor. Sejuknya senyum bumi mulai hilang seiring ozon yang berlubang, memberi ruang untuk matahari membakar bumi. Seperti itukah kado yang kita berikan untuk bumi di ulang tahunnya?

    Sedari dulu bumi memberikan hijau dan sejuknya kepada kita. Berharap kita akan terus merawatnya agar tetap hijau. Jika kita punya hati, kita akan memberi kado perlindungan untuk bumi yang makin tua ini. Di usia yang ke dua ribu sembilan ini, alangkah bahagianya bumi bila kita kembali merawatnya agar tetap hidup untuk sekian tahun lagi.

    Maka, rayakan ulang tahun bumi dengan memberi warna hijau di sekujur tubuhnya. Buat dan lakukan resolusi untuk bumi di tahun ini. Jangan hanya memikirkan resolusi untuk diri kita sendiri. Saat angka kalender kembali ke awal lagi, sejatinya masih ada waktu untuk kita membahagiakan bumi setahun ke depan. Ketika tahun lahir menjadi baru lagi, tumbuhkan tekad menjadikan bumi kita ini seperti baru layaknya bumi hijau yang baru lahir. Selamat ulang tahun bumi. Usiamu kini dua ribu sembilan tahun, terima kasih untuk semua yang kau berikan pada kami.

 

MH Roesanggit Prabu (SMAN 7 Solo)

anggit_prabu@yahoo.com


Blog EntryFeb 6, '09 5:23 AM
for everyone

HAPPY NEW YEAR…!!

 

  Hemm…Tak terasa ternyata kita telah meninggalkan tahun 2008 dan menatap 2009. Eitss, sebenarnya apa seh makna dari semua ini? OK guys kita bareng-bareng bongkar apa aja yang harus kita bongkar (kaya rumah aja), hehehe…

Sebenernya neh, tahun baru itu merupakan tantangan baru buat setiap orang, baik itu tua, muda maupun yang masih bayi. Nah, berhubung kita masih muda dan lumayan baby face kita membahas kita aja yuk? Yukkk…

Setiap pergantian tahun gak ada salahnya kita merayakannya dengan konvoi sampai tengah malam sambil nunggu kembang api jam 12 malem. Tapi guys, kita juga gak boleh lupa bahwasanya  saat ini kita punya double job. What is that? Check it out..!!

First job kita adalah mengoreksi apa aja seh yang udah kita lakuin selama setahun kemaren? Apa semua udah maksimal ato malah banyak planning kita yang gagal di tahun kemaren? Prinsipnya, jika hari kemarin sama dengan hari ini dia rugi. Sedang jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia celaka. Always think to be better man!

Second job, kita juga harus memikirkan target apa aja yang harus kita capai setahun kedepan. Tentunya targetnya bersifat positif lho, contohnya: tahun 2009 harus bias maen gitar, dapet nilai A untuk setiap pelajaran, menghasilkan 1000 puisi dan 100 cerpen (huihhhh… keren banget tuh!). Semua bisa kita bedakan antara target jangka pendek dan jangka panjang, atau mungkin kita juga bisa menambahkan target kita dengan target-target tahun kemaren yang belum terealisaikan. Setuju? Wajib setuju!

Terus hal lain lagi yang gak kalah penting untuk menyongsong tahun baru adalah SEMANGAT dan NIAT. Apapun keadaan hati kita semua saat ini, yang jelas kita harus bersemangat. It becoz, kita bertambah gede dan pastinya kita juga punya tanggung jawab yang lebih GEDE juga kan? Trus apa hubungannnya dengan NIAT? Emmm..jadi gini, tahun baru harus kita niati sebagai awal langkah untuk masa depan yang lebih cerah. Kita harus yakin bahwa dengan semangat dan niat kita bisa merubah 2009 sebagai masa kejayaan hidup kita. Pokoknya KEEP SPIRIT-RIT-RIT…!!

 

Muhammad Arrobi (IAIN Surabaya)

museisstrarlight@yahoo.co.id


LinkFeb 6, '09 5:18 AM
for everyone
Link: http://abrahamzakky.blogspot.com

ketua angkatan 1

Photo Albumsolo batik carnivalFeb 6, '09 5:14 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
very nice

Photo Albumsolo batik carnivalFeb 6, '09 5:09 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
unforgettable n great event ever held in Solo!

Photo AlbumkratonFeb 5, '09 7:29 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
mari berkunjung ke kraton

EventFeb 4, '09 7:59 AM
for everyone
Start:     Feb 22, '09 08:00a
pengumuman pemenang Lomba Menulis Cerpen Ketik+bedah karya di GREEN'S book n cafe, jam 8 pagi, dun miss it

EventFeb 4, '09 7:55 AM
for everyone
Start:     Feb 20, '09 05:00a
Location:     sekretariat Ketik
karya peserta LMC Ketik dikumpulkan paling lambat jam 5 sore di Jl.Trisula 39 Kauman / Jl.Sumpah Pemuda 28 Kadipiro Solo, juri dari Kabut Institut

NoteBUKU TAMU
   
syahidaamaly wrote on Jun 12, '10
Assalamu'alaykum,
wah sebentar lagi milad nya KETIK..
:)
komunitasketik wrote on Apr 29, '09
@ intan4islam : Wa'alaikumsalam... amiin.. masih dong mb'.... Alhamdulillah Qta semakin dewasa menghadapi puting beliung sampai topan yang bertubi-tubi... support n' Do'anya selalu ya mb'... ... (red.hmzaky)
intan4islam wrote on Apr 16, '09
assalamualaikum adik2ku yg luar biasa.....

msh inget sama Intan ga? :)

gmn neh progress-nya KETIK?
farahzone wrote on Jan 20, '09
aku tersudut di penghujung resah...


sementara ragu mengulum dambaku...


i'm so sorry...wat sahabat2 ku 'KETIK'
r1d0aja wrote on Dec 9, '08
Hehe, dapet link dari mansaska,

Kok cuman 4 yg comment? Haha....
sagatma wrote on Oct 9, '08
salam alaik!
gimana halal bi halal kemarin?
sory jadwal kuliahku ampe jam 16.30
jadi ga bisa datang.
hasilnya apa aja??

bales aja di blogku www.sagatma.multiply.com
deacchy wrote on Jul 29, '08
hmmm
deacchy wrote on Jul 29, '08
intan4islam wrote on Jul 16, '08
Salam...

percikkan perlawananmu, kawan!

Sayang jika darah muda kalian muncrat ke sembarang tempat :)
Pages:123